August 09, 2011

Dear Crosby

My dear Crosby,

Aku gak tau kapan bisa ngomong sama kamu to the point. Susah merangkainya kalo pake bahasa verbal. Bahasa tubuh mungkinlah ya rada bisa :P

Aku selalu kesulitan untuk mengekspresikan sesuatu kepada orang yang aku tuju. Di blog ini, kalo kamu perhatikan banyak notes-notes yang aku tujukan untuk seseorang. Entah kakakku, papaku, temenku, mamaku atau siapa pun itu, yang intinya aku kesulitan untuk bicara langsung.

Bukan berarti aku gak bisa mengurainya dalam kata-kata. Hanya saja, sulit untuk mengkomunikasikannya. Tapi kalo dari tulisan, biasanya pesanku sampai dan mudah untuk dicerna.

Kamu tau kan seberapa sering aku ngedumel dan ngeluh-ngeluh soal kerjaan ? Aku yakin baik kamu atau orang lain pun pasti udah bosen dengernya. Aku pun capek. Berangkat pagi (ya gak sepagi kamu sih), pulang malem, sampe rumah kadang masih liat-liat kerjaan lagi. Dalam beberapa waktu, weekend pun sering tersita untuk dinas ke luar kota. Dan terkadang, aku lebih milih untuk di rumah untuk istirahat.

Beberapa waktu lalu, aku sempet kurang perhatian ya sama kamu ? Aku minta maaf yaa.. Emang ini merupakan satu periode dimana aku harus belajar mengatur waktu, menjaga fokus dan tentunya menjaga kestabilan emosi. Heran juga kamu kok bisa adjust sama situasiku dari dulu ? hehehehe..

Sekarang, aku mulai masuk lagi ke masa-masa labil. Yah, kamu tau apalah penyebabnya. Bahwa dua sosok di kantor baru saja mengajukan pengunduran diri di waktu yang bersamaan. Mungkin kedengerannya sederhana dan sepele. Yes, beberapa temen laki-lakiku pun tampak tidak terpengaruh sama sekali. Hanya aku, timku dan beberapa temen perempuan lain yang memang deket aja.

Bukan hanya berpengaruh pada kinerja di kantor, tapi aku merasa ada beberapa pihak yang akan terkena impactnya. Salah satunya, orang-orang terdekat aku. Hari ini aja aku udah seharian emosi di kantor. Mungkin banyak yang liat bahwa aku tiba-tiba jadi orang yang firm dan sedikit keras. Padahal, mungkin itu manifestasiku aja karena lagi berduka :(

Pas pulang, aku sadar bahwa kebiasaan aku ini gak baik. Tentu berpengaruh pada emosi tim dan orang-orang terdekat aku. Namun tiba-tiba, kamu datang dan selalu support aku dengan pesan-pesan simple dan menyentuh.

It works, baby :)

Gak ada yang pernah bilang bahwa aku ini special. Gak ada yang pernah bilang bahwa aku pulang naik motor gak boleh lecet. Gak ada yang bilang mata cantikku akan ilang kalo aku nangis.

Simple things, but meaningful.

Di tengah-tengah aku mulai jenuh sama kerjaan, kamu bbm aku skedar nanya aku lagi apa. Oh come on,,, smua pacar-pacar kita toh pasti slalu menanyakan hal tersebut kan ? Tapi mungkin, di saat aku yg sedang sensitif begini, hal-hal sentimentil tersebut sangat berarti.

Di sisi lain, aku sangat sangat sangat berterima kasih atas sikap baikmu sama mamaku. Belum pernah ada pacarku yang jalan bareng sama mama, apalagi sampe ngobrol di mobil, makan duren sampe bego, dan muter2 di mol sampe pegel.

The truth is... she loves you. And trust you.

Buat aku, gak ada hal lain yang bisa aku syukuri ketika mamaku sudah percaya sama kamu. You got her, and... you got me !!

Nonetheless, she was afraid about us. Yeah, sure you knew the reason. Makanya, aku akan berusaha menjaga perasaan mama. Aku gak bisa terlalu sering pergi sama kamu (secara transparan) di depan mama. Bukan tipe aku untuk membiarkan mama khawatir dengan anaknya. Jadi, kamu jangan marah ya kalo misal aku bagi waktu antara kamu dan keluarga ?

Aku yakin kamu ngerti kok. Sebenernya ini bisa menjadi salah satu cara kita untuk tetap saling jaga diri dan mawas tentang situasi kita. Well, aku rasa kita sudah cukup dewasa untuk menjaga porsi masing-masing.

Jangan terlalu mencinta.

Tapi susah ya ?? Di saat sekarang, justru kamu yang aku mau. Dilema.

Kemudian aku merenung sejenak.

Bahwa aku akan tetap menikmati perjalanan kita, apapun resikonya. Jelasss... di endingnya nanti pasti akan berdarah-darah. Toh kita menabur kebaikan kan ? Mudah-mudahan yang kita tuai adalah kebaikan juga. Aku percaya bahwa apa yang kita jalani sekarang, pasti ada hikmahnya.

Beruntung kamu sangat menjaga aku dengan hati-hati. Aku suka sedih kalo inget cerita mereka-mereka yang pacaran kelewat batas. Yahhh... walopun keknya aku yang lebih sering goda-goda kamu ya ?? hehehehe....

Pesen aku, selama kita masih bareng dan ada waktu panjang untuk berpetualang, adopsi sifat-sifat positif aku. Jangan tiru kebiasaan unya unyu dan melankolis yang berlebihan dari aku :P. Koreksi dan beri aku masukan kalo aku punya kekurangan. Begitu pun sebaliknya.

Begitulah proses pembelajaran satu sama lain. Setidaknya, kalo kita udah jalan masing-masing, ada beberapa aspek kebaikan yang sudah kita pelajari satu sama lain. Kamu tau ?? Banyak hal yang mau aku tiru dan belajar dari kamu. Sangat banyaaakk... Mamaku bilang, bahwa kamu salah satu anak yang berbakti dan patut dicontoh. For the first time lohhhh.... (ge-er gw sambit).

Aku tau kamu kuat, tapi aku juga sadar bahwa kamu bukan sosok yang 'kuat' dalam menghadapi hal-hal yang sifatnya sentimentil (contohnya, soal perasaan kamu ke aku). Tapi kamu cukup pintar untuk memolesnya dengan caramu sendiri. Beda denganku, yang kesannya over unyu. Hahahaha..

Intinya, dari sini aku mau ngucapin terima kasih yang teramat dalam. Bukan hanya pacar, tapi kamu juga sahabat terbaik yang aku punya sekarang. Aku minta maaf kalo aku belum menjadi sosok yang sempurna buat kamu. Tapi aku mau terus belajar untuk menjadi seseorang yang lebih berarti buat kamu.

Gak sabar untuk melakukan banyak hal lain di depan nanti. Please, jangan ragu untuk marahin aku ato share apapun itu, baik tentang kamu, aku, temen2 kita, kerjaan kita, kondisi kita, atau bahkan tentang Nazarudin sekalipun. Hehehe..

Well, smoga notes ku ini mudah dipahami dan sedikit memberi pencerahan keadaanku saat ini yang lagi galau akibat suasana kantor.


muaaaaaaaaaahhh...

Love you

: )

0 comments: