February 16, 2011

Tidak pernah ada kata "lebih mudah"

Beberapa hari terkurung di rumah semakin membuat pikiran dan hati lebih jernih ternyata. Banyak membaca, liat status facebook orang, status bbm atau bahkan twitter membuat gw lebih terbuka lagi.

Teman, sahabat, atau bahkan keluarga yang sudah lama kita kenal ternyata masih memiliki sejuta sifat lagi yang perlu dipelajari. Sering kita denger kalimat, "mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan". Atau mungkin "Memaafkan lebih mudah daripada melupakan".

Buat gw, tidak pernah ada yang lebih mudah. Semuanya dibutuhkan kerja keras, pengorbanan, waktu dan keikhlasan. Penantian, meraih, prestasi, harga diri, iman, hubungan atau lainnya tidak akan pernah mudah bagi siapa pun.

Semua memiliki caranya masing-masing. Pengorbanan yang diberikan pun berbeda tingkatnya. Tapi kenapa masih banyak mereka yang merasa bahwa dirinya lebih pintar dari orang lain.

Kalau boleh memilih perumpamaan yang tepat, gw akan berkata, "lari dari kenyataan lebih sulit daripada menerima kenyataan itu sendiri". Untuk beberapa orang, lari dari kenyataan tampak lebih mudah. Bagi gw gak.

Setiap orang selalu diberi pilihan untuk hidup kan. Well, i prefer, "I create my life"

Setiap manusia diberi kesempatan untuk merasakan hidup yang lebih baik. Tidak pernah ada kata "Jodoh di tangan Tuhan" buat gw. Tidak pernah ada kata, "inilah takdirmu". Tapi kenapa masih banyak orang yang terjebak di antara kalimat-kalimat itu. Kenapa sulit sekali untuk berfikiran positif. Kenapa manusia-manusia di luar sana tidak pernah menghargai dirinya sendiri dengan berusaha untuk mencintai jiwanya.

Bukan berarti mencintai diri sendiri lantas menjadi "self centre". Mendengar apa yang hanya ingin didengar. Memutuskan sesuatu hanya untuk memastikan bahwa keputusannya memang benar. Mendukung teman jika itu memang sejalan dengan kepercayaannya.

Tapi bukan berdasarkan apa yang terbaik bagi semua pihak.

Gw berterima kasih memiliki ibu yang setiap hari memberi nasihat-nasihat, yang terkadang membosankan, tapi sedikit demi sedikit memberikan gambaran hidup yang nyata.

Hadirnya banyak kakak yang memiliki kisah masing-masing membuat satu pelajaran tersendiri. Ambil baiknya, serap ilmunya, buang buruknya. Terkadang kita tidak perlu merasakan penderitaan secara langsung, cukup melihat, dan itu sudah membuat gw sadar.

Kehidupan sosial afeksi yang begitu beragam seperti cinta, persahabatan dan pergaulan ternyata berperan penting dalam pendewasaan. Sedihnya, banyak orang yang terjebak disini. Gw tidak pernah menolak untuk menambah teman baru dan berani ambil resiko untuk membina hubungan. Banyak kehidupan sosial dan pengalaman, setidaknya menjauhkanmu dari kata "norak". :D

Dunia kerja yang tidak mudah untuk dilalui. Percuma memiliki quality yang bagus, tapi tidak punya work ethic. Percuma memiliki work ethic, tapi less commitment. Yang terpenting, percuma memiliki semuanya, tapi tidak punya hati.

Dari sekian disebutkan di atas, keluarga, sahabat, sosial, kekasih dan tim kerja, mereka-mereka inilah yang memberikan gw semangat. Menjadikan gw seseorang yang berarti bagi yang lainnya. Bersyukur masih ditemani ibu hingga masih banyak resep makanan yang dicoba. Bersyukur punya kakak-kakak yang bisa diajak senang-senang. Bersyukur punya sahabat-sahabat yang bisa diajak share. Bersyukur memiliki tim kerja yang luar biasa.

Ingat, tidak pernah ada kata lebih mudah untuk meraih semua hal di atas. Jangan pernah ragu untuk melangkah maju.

Mungkin akan lebih indah jika kalimat "Jodoh di tangan Tuhan" diganti dengan "Jodoh di tangan kita, Tuhan yang merestuiNya".

Atau

"Ini takdirku" diganti dengan "I create my own destiny"

Gw rasa dua perubahan kalimat tadi membawa kita ke arah yang lebih positif. Silahkan mengganti beberapa pepatah atau motto hidup Anda menjadi kalimat perjuangan yang positif.

Dan ya, akan selalu ada orang-orang yang sirik terhadap keberhasilan kita. Jangan kesal. Karena itulah seninya. Orang-orang yang seperti inilah yang membantu kita untuk tetap kuat.


Terima kasih sudah membaca postingan singkat ini. Dan hanya kepada orang-orang terbaiklah saya mengirimnya. Hanya kepada orang-orang yang kuat dan menghargai dirinya sendiri yang bisa maju. Memang, tidak pernah ada yang lebih mudah untuk mencapainya. Ada satu cara yang bisa membawa kita menjadi lebih baik.

Social support.

Dan kalianlah social support saya.



Love.
Aretha.

1 comments:

bloomers said...

Did you read mine?

A